Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pembinaan iman bagi Orang Muda Katolik (OMK) dalam menghadapi tantangan duniawi dan rohani, serta mengidentifikasi strategi untuk mencapai keseimbangan di antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan mencakup pendekatan kualitatif yang melibatkan pengumpulan data melalui keterlibatan langsung dan wawancara pada Paroki Santo Matheus, Depok, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OMK sering mengalami ketegangan antara tuntutan duniawi dan rohani, yang memerlukan pembinaan iman yang kontekstual dan adaptif. Pendekatan holistik yang mencakup doa, refleksi pengalaman, dan pengembangan karakter telah efektif dalam membantu OMK menyeimbangkan kedua aspek tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pendamping iman dalam mendukung pengembangan OMK, sekaligus menawarkan wawasan akademis untuk memperkuat studi pembinaan iman. Dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual, penelitian ini mendukung peran OMK sebagai anggota aktif Gereja dan masyarakat di era modern.
Copyrights © 2024