Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan perubahan budaya terhadap praktik dan pemahaman umat tentang sakramen rekonsiliasi di Paroki Santa Maria Fatima Sentul, Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umat enggan mengaku dosa karena beberapa kendala, seperti rasa malu di hadapan imam, pemahaman dangkal tentang dosa yang hanya dianggap sebagai benar atau salah tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap relasi dengan Allah, serta pengaruh relativisme moral yang mengaburkan kesadaran akan dosa objektif. Solusi pastoral yang ditawarkan meliputi katekese yang menekankan peran imam sebagai pengajar utama, penyampaian teologi sakramen yang relevan dengan konteks umat, dan penjelasan tentang perlindungan rahasia peniten. Kontribusi penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pendamping pastoral dalam meningkatkan antusiasme umat terhadap sakramen rekonsiliasi, sekaligus menambah wawasan akademis terkait pendekatan pastoral dalam religious studies.
Copyrights © 2024