Ketersediaan energi listrik merupakan hal yang paling penting sebuah sistem penyediaan energi listrik. Ketersediaan energi listrik pada sistem off grid pada umumnya tidak sebaik pada sistem on grid yang dipasok oleh PLN. Salah satu metode penyediaan energi listrik Masyarakat perdesaan yang jauh dari jaringan listrik PLN dengan menggunakan PLTMH yang beroperasi secara off grid terpisah dari jaringan listrik PLN. Penelitian ini bertujaun menganalisis berbagai indicator ketersediaan energi listrik pada sebuah penyediaan energi listrik PLTMH off grid. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei langsung pada 6 unit PLTMH off grid pada DAS Batang Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Proses pengambilan data dilakukan melalui pengukuran, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa ketersediaan-kebutuhan energi listrik PLTMH off-grid pada DAS Batang Bayang cukup bervariasi antara satu pembangkit dengan pembangkit lain. Waktu ketersediaan energi listrik per tahun pada kondisi yang kurang baik, hanya terdapat 1 pembangkit dengan waktu ketersediaan energi listrik diatas 95%. Jumlah ketersediaan energi listrik atau daya cadangan sebagian besar pada kondisi defisit dan mendekati defisit/kritis, hanya 2 pembangkit yang memiliki daya cadangan relatif baik (>20%).
Copyrights © 2023