Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna-makna kebudayaan yang terkandung dalam ritus dalok. Ritus dalok biasanya merupakan ritus untuk mengangkat tulang belulang leluhur yang telah meninggal belasan sampai puluhan tahun. Selain kegiatan angkat tulang, dalok juga bisa dilakukan dengan menyemen makam leluhur yang sudah meninggal. Proses ritus kebudayaan ini bisa berlangsung tiga sampai tujuh hari. Tujuan penelitian ini memberikan pemahaman kepada pembaca tentang makna budaya dalok Masyarakat Dayak Uud Danum di provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tiga pertanyaan penuntun sebagai cara mendeskripsikan pembahasan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yaitu pengumpulan buku-buku Ernst Cassirer dan juga buku-buku kebudayaan. Dalam penelitian ini, penulis menemukan makna budaya dari ritus dalok yaitu mengandung makna penghormatan manusia terhadap Ranying Hatalla dan roh leluhur yang merupakan sesuatu yang bersifat metafisik. Penghormatan ini akan mengalirkan nilai-nilai yaitu berupa ketaatan, hormat dan sikap tanggung jawab untuk merawat dan mengembangkan adat-istiadat.
Copyrights © 2024