Kelancaran sistem produksi harus didukung dengan mesin-mesin, peralatan, dan perawatan yang baik. Supaya semua berjalan maksimal dan efisien industri harus memperhatikan tenaga kerja, bahan baku, dan mesin yang digunakan. Kesiapan mesin untuk produksi menjadi satu hal yang paling utama agar produk yang dihasilkan sesuai standart kualitas dan target produksi yang sudah ditetapkan. tetapi sering kali yang terjadi adalah kelalaian dalam pemeliharaan mesin, perawatan mesin baru dilakukan jika baru terjadi kerusakan mesin ketika produksi, sehingga membuat ketidak lancaran suatu produksi. PT. Aneka Tuna Indonesia II Pandaan khususnya dibagian Seamer Line 5 yang menggunakan mesin Varin-41 dengan spesifikasi produk T3 211 x 109 sistem pemeliharaan menggunakan metode Total Produktive Maintenance, tetapi hasil pemeliharaan tersebut masih belum maksimal, karena TPM yang baru dijalankan dan belum mendapatkan evaluasi. Untuk mengukur tingkat pencapaian dari mesin yang beroprasi digunakan sistem perhitungan Overall Efectiveness Equipment (OEE), untuk mencapai titik standart efisiensi setiap mesin yang beroprasi. Nilai OEE mesin Varin-41 periode 10-oktober-2023 sampai dengan 10-november-2023 ialah 70,79%. Adapun masalah-masalah yang sering terjadi yaitu : kaleng penyok, penurunan suplay produk dari bagian packing, hasil seaming (Double Seam) kasar dan suplay ikan dari bagian cleaning ikan lambat.
Copyrights © 2024