Kemajuan teknologi ini kemudian mendorong para aktor politik dan partai politik untuk menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Political Marketing Prabowo-Gibran melalui Instagran selama masa kampanye Pemilu Presiden 2024. Penelitian ini menggunakan Teori New Media yang dikembangkan oleh Pierre Levy. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif Hsieh & Shannon. Objek material dalam penelitian ini adalah postingan Instagram @prabowo.gibran2 selama periode kampanye rapat umum, iklan media massa cetak, media massa elektronik, dan media daring pada 1 Januari - 13 Februari 2024. Hasil penelitian menujukkan bahwa political marketing Prabowo-Gibran menggunakan Instagram mencakup keempat kategori yaitu policy, person, party dan presentation. Instagram dapat menjadi sarana pembentukan citra positif untuk kepentingan kampanye. Ide dan gagasan disampaikan Prabowo-Gibran dalam bentuk informasi menarik melalui video dan foto. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi alat politik untuk berkampanye dan membentuk interaksi dengan para pendukung. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya dapat ditinjau dari sudut pandang pendekatan metode yang berbeda.
Copyrights © 2024