Penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok pada dewasa awal mengalami peningkatan yang signifikan beberapa tahun terakhir. Penelitian terdahulu menemukan peningkatan penggunaan media sosial berkaitan dengan sejumlah gangguan mental. Namun, sejumlah penelitian juga menemukan penggunaan media sosial dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis untuk mengeksplorasi penggunaan media sosial di waktu luang dan subjective well-being pada dewasa awal. Hasil analisis terhadap wawancara semi-terstruktur mengungkapkan sejumlah tema esensial yang dapat dipandang mendukung subjective well-being. Partisipan mengungkapkan penggunaan media sosial di waktu luang meningkatkan kebahagiaan dan membuat mereka merasa terpenuhi. Perasaan bosan dan kosong menjadi pemicu utama penggunaan media sosial di waktu luang. Peneliti berpendapat dewasa awal akan mendapatkan manfaat dari pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan media sosial di waktu luang dan implikasinya terhadap subjective well-being dewasa awal.
Copyrights © 2024