Bullying telah menjadi fenomena yang mendapat perhatian global karena dampak negatifnya terhadap kesejahteraan individu. Terutama, perkembangan teknologi dan penetrasi media sosial telah memperluas cakupan bullying, termasuk di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran remaja dalam upaya pencegahan bullying di media sosial, dengan fokus pada kontribusi mereka dalam menemukan solusi secara hening. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap sejumlah remaja aktif di media sosial X dari komunitas GBI Kamboja. Penelitian ini menggunakan konsep yaitu Spiral of Silence. Temuan penelitian menunjukkan bahwa remaja GBI Kamboja berperan penting dalam mengidentifikasi, memahami, dan merespon tindakan bullying di platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja gereja awalnya cenderung merasa takut atau ragu untuk berpendapat terkait pencegahan bullying karena persepsi mereka sebagai kelompok minoritas. Namun, melalui interaksi dalam media sosial X, beberapa anggota kelompok minoritas ini berhasil mematahkan Spiral of Silence dengan berani menyuarakan pendapat mereka. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran remaja dalam melawan bullying di media sosial. Implikasi praktisnya mencakup perlunya pendekatan kolaboratif antara remaja, keluarga, gereja, dan pihak terkait lainnya dalam mengembangkan solusi yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman tentang bagaimana remaja dapat menjadi agen perubahan dalam memerangi bullying dalam konteks digital.
Copyrights © 2024