Kota Surakarta merupakan salah satu kota di jawa Tengah yang memiliki resiko untuk terjadi bencana banir. Bencana banjir di kota Surakarta terjadi hamper setiap tahun, Dampak dari banjir ini meliputi dampak fisik dan psikologis. Dampak psikologis merupakan dampak yang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang tetapi mengakibatkan dampak yang serius terhadap fungsi manusia. Oleh karena itu setiap penyintas bencana perlu memiliki mekanisme koping yang adaptif untuk mampu bangkit setelah kejadian bencana/ resilience. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan mekanisme koping dengan Tingkat resiliensi pada penyintas paska benca banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi yang digunakan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping individu dengan Tingkat resiliensi paska bencana.. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil pengumpulan kusioner kemnisme koping dan kuisioner tingkat resiliensi. Responden dalam penelitian iani adalah warga RW 4 yang terbagi dalam 4 RT sebanyak 90 responden. Metode pengambilan sampel adalah dengan kluster sampling.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan anatara mekanisme koping yang digunakan oleh responden dengan Tingkat resiliensi. Hal ini dibuktikan dengan analisis Chi Square dengan p value 0,485>0,05.
Copyrights © 2024