Bangunan dapat melindungi manusia dari berbagai cuaca yang tidak menguntungkan aktivitas manusia seperti terik matahari yang panas dan hujan yang lebat. Pemanasan global yang semakin meningkat membuat ketidaknyamanan lingkungan dimana manusia tinggal, meskipun didalam rumah atau gedung sekalipun. Kualitas suhu ruang dapat mempengaruhi produktivitas, kenyamanan dan kesehatan. Salah satu usaha modern untuk mengatur kondisi suhu yang tidak nyaman didalam ruangan tersebut, adalah memasang perangkat tambahan Air Condisioner (AC) yang disesuaikan dengan kondisi ruangan yang digunakan sebagai tempat beraktivitas, agar beban pendinginan menjadi proporsional. Tujuan dari studi yang dilakukan adalah untuk merencanakan penggunaan sistem pendingin yang digunakan pada Ruang Kantor PT. Sinergi Teknologi Sistama, dengan harapan menghasilkan keputusan rekomendasi penggunaan perangkat AC yang proporsional yang dibutuhkan setiap segmen ruangan di perusahaan tersebut. Dalam melakukan studi perencanaan penggunaan pengkondisi udara dilakukan dengan metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD) yang direkomendasikan Standard Nasional Indonesia (SNI) yang diambil dari American Society of Heating, Refrigerating and Air Conditioning Engineers (ASHRAE). Perhitungan perencanaan penggunaan pengkondisi ruangan dalam gedung kantor perusahaan dengan mempertimbangkan realita aktivitas didalam ruangan (bukan kapasitas yang sesungguhnya), desain ruangan dan efisiensi biaya pengadaan pengkondisi udara. Rekomendasi dari perencanaan pemakaian pengkondisi udara yang telah diperhitungkan setiap ruangan adalah adalah ruang Direktur 0.5 PK, ruang general affair dan HRD QHSE 1 PK, ruang meeting dan resepsionis 2.5 PK, ruang Manajer 2 PK, ruang penyimpanan kimia 0.5 PK dan ruang Sholat dan istrirahat 2.5 PK.
Copyrights © 2024