Pemahaman mendalam tentang faktor budaya yang mempengaruhi perilaku wisatawan di destinasi pariwisata sangat penting dalam merancang strategi pariwisata yang efektif. Meskipun dimensi budaya Hofstede telah banyak diteliti dalam berbagai konteks global, dampak spesifiknya terhadap perilaku wisatawan di Gili Trawangan, Lombok, masih kurang dipahami. Gili Trawangan, sebagai pulau terbesar dari tiga gugusan pulau di sebelah barat laut Lombok, menarik wisatawan baik domestik maupun internasional dengan berbagai preferensi budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana dimensi budaya Hofstede termasuk jarak kekuasaan (Power Distance Index/PDI), individualisme vs. kolektivisme (Individualism vs. Collectivism/IDV), maskulinitas vs. feminitas (Masculinity vs. Femininity/MAS), penghindaran ketidakpastian (Uncertainty Avoidance Index/UAI), dan orientasi jangka panjang vs. orientasi normatif jangka pendek (Long Term Orientation vs. Short Term Normative Orientation/LTO) memengaruhi preferensi dan perilaku wisatawan di Gili Trawangan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan studi literatur dan pustaka, serta teknik analisis isi untuk menginterpretasi data yang dikumpulkan. Temuan menunjukkan bahwa dimensi budaya Hofstede memiliki dampak signifikan terhadap cara wisatawan memilih dan mengalami destinasi wisata. Misalnya, PDI mempengaruhi harapan wisatawan terhadap hierarki layanan, sementara IDV mempengaruhi preferensi terhadap aktivitas individu versus kelompok. Implikasi dari temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembang strategi pariwisata dan pembuat kebijakan dalam merancang pengalaman wisata yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi budaya wisatawan.
Copyrights © 2024