Penelitian ini membahas posisi perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam sistem kesejahteraan sosial, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang muncul di era modern. Meskipun terdapat perkembangan dalam kebijakan kesejahteraan sosial yang ditujukan untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak, penelitian ini menemukan bahwa banyak hambatan yang masih menghambat akses mereka terhadap kesejahteraan yang layak. Faktor-faktor seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, budaya patriarki, dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan hukum memperburuk kondisi perempuan dan anak di NTT. Dalam konteks ini, perempuan sering kali terjebak dalam ketidaksetaraan gender, sementara anak-anak menghadapi risiko eksploitasi dan rendahnya kualitas hidup. Namun demikian, era modern juga menawarkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, seperti akses yang lebih luas ke pendidikan, pemberdayaan ekonomi melalui teknologi, serta kebijakan pemerintah yang lebih inklusif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan kebijakan berbasis inklusi sosial, peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta perlindungan lebih lanjut terhadap hak-hak anak. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan partisipatif, tantangan kesejahteraan sosial yang dihadapi perempuan dan anak di NTT dapat diatasi, sekaligus memanfaatkan peluang yang ada untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024