Sediaan jamu tradisional banyak ditemukan keberadaan Bahan Kimia Obat (BKO) yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan parasetamol sebagai bahan kimia obat dalam jamu tradisional pereda nyeri yang beredar di kota Palembang. Metode yang digunakan adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dengan perbandingan eluen n-heksan dan etil asetat yaitu 3:7 (v/v) dengan fase diam berupa lempeng silika gel 60 F254. Sampel berupa enam buah jamu bermerek diperoleh dari berbagai pasar tradisional Palembang dengan pembanding berupa obat parasetamol. Identifikasi parasetamol dalam jamu dilakukan dengan membandingkan nilai Rf sampel dengan larutan baku obat parasetamol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 sampel jamu, 4 sampel mengandung parasetamol dengan memberikan bercak berwarna ungu. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi bahaya bagi konsumen, mengingat penggunaan parasetamol dalam jamu tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran jamu tradisional diperlukan untuk menjamin keamanan konsumen.
Copyrights © 2024