Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dimensi SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) dalam sistem evaluasi kinerja serta menguji hubungan motivasi kerja dan kompetensi individu terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 150 responden yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Achievable dan Relevant memiliki hasil terbaik, dengan skor rata-rata masing-masing 4.5 dan 4.3. Namun, dimensi Measurable dan Time-Bound memerlukan perbaikan, khususnya dalam kejelasan indikator kinerja dan penetapan tenggat waktu yang lebih realistis. Analisis regresi mengungkap bahwa motivasi kerja (koefisien = 0.45, p < 0.01) dan kompetensi individu (koefisien = 0.38, p < 0.05) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja. Sebaliknya, penerapan sistem evaluasi berbasis SMART secara parsial menunjukkan koefisien regresi negatif (-0.12) dan tidak signifikan (p > 0.05), yang menunjukkan perlunya penerapan sistem ini secara komprehensif. Kesimpulannya, untuk meningkatkan kinerja PNS, diperlukan penguatan pelatihan, peningkatan pemahaman konsep SMART, dan pengintegrasian sistem evaluasi berbasis SMART secara optimal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi peningkatan kinerja PNS melalui evaluasi berbasis SMART yang lebih efektif.
Copyrights © 2025