Pertambahan jumlah kendaraan di Kota Surabaya semakin tahun semakin meningkat. Hal ini dapat memicu permasalahan pemadatan lalu lintas di beberapa titik di Kota Surabaya. Pemadatan lalu lintas di beberapa titik mengakibatkan mobilitas masyarakat Kota Surabaya menjadi terhambat. Menurut analisis transportasi INRIX, peringkat kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya lebih tinggi daripada Ibu Kota Jakarta. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui strategi Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan teori milik (Mulgan, 2009), yang mengungkapkan terdapat lima indikator strategi pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dinyatakan bahwa Dinas Perhubungan Kota Surabaya sudah sangat baik dalam mengatasi permasalahan pemadatan lalu lintas pada saat jam krusial dengan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa wilayah. Strategi selanjutnya yang sudah disusun adalah dengan mempercepat pembangunan flyover dan underpass untuk memecah kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya.
Copyrights © 2025