Guru di sekolah dasar menghadapi tantangan besar dalam pengajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya dalam integrasi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan guru dalam menghadapi tantangan tersebut di SDN Antasan Kecil Timur 4. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara terstruktur terhadap guru kelas 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ABK mengalami kesulitan membaca dan menulis, serta keterbatasan dalam memahami materi IPAS. Guru menggunakan strategi seperti pendekatan multisensori, pengulangan materi, media video, reward, serta visual schedule untuk mendukung pemahaman siswa. Namun, minimnya dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penghambat utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran adaptif dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam mendukung pendidikan inklusif yang efektif, terutama dalam mata pelajaran IPAS.
Copyrights © 2025