Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan suatu permasalahan sosial yang memprihatinkan, karena tindakan ini dilakukan orang terdekat dengan korban. Sa lah satu bentuk KDRT yang umum terjadi adalah kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap remaja. Pengalaman yang menyakitkan karena penyiksaan baik secara fisik, seksual, maupun emosional akan menimbulkan trauma psikologis yang mendalam. Remaja menjadi rentan terhadap depresi, kemarahan, kesulitan untuk menjalin hubungan rela si dengan siapapun, dan yang terburuk adalah kemungkinan untuk menyakiti dirinya sendiri hingga melakukan bunuh diri. Remaja perlu untuk bangkit dari keterpurukan dan menyusun tujuan hidup yang bermakna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja aspek aspek yang dapat menghadirkan resiliensi pada diri remaja. Terdapat beberapa sumber resiliensi seperti dukungan sosial, efikasi diri, strategi koping, harga diri, dan regulasi em osi yang sa ling berkaitan satu sama lain untuk membentuk diri remaja yang dapat bangkit dan kembali menjalani hidup walaupun mengalami kejadian traumatis. Diharapkan penelitian ini da pat membantu memberikan pengetahuan baru dalam memahami sumber-sumber resiliensi pada remaja korban kekerasan dalam keluarga.
Copyrights © 2025