Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) merupakan salah satu indikator utama dalam pengukuran ketahanan pangan nasional. Meskipun angka PoU Indonesia menunjukkan penurunan dari 10,21% pada 2022 menjadi 8,53% pada 2023, disparitas regional yang tajam, khususnya di kawasan timur Indonesia, masih menunjukkan ketimpangan yang memerlukan intervensi kebijakan struktural. Kajian ini menganalisis akar masalah PoU melalui pendekatan 5 Why’s dan data spasial, serta mengkaji efektivitas kebijakan yang telah berjalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa persoalan PoU tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan, tetapi juga oleh daya beli, distribusi logistik, kebijakan yang belum terintegrasi, serta rendahnya literasi gizi masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, disusun enam rekomendasi kebijakan strategis yang mencakup reformasi bantuan sosial pangan berbasis gizi, kebijakan distribusi berbasis data spasial, subsidi pertanian terarah, penguatan sistem informasi ketahanan pangan, serta integrasi edukasi gizi dalam sistem pendidikan dan kesehatan nasional. Seluruh rekomendasi diarahkan untuk membangun sistem ketahanan pangan yang tangguh, adaptif, dan berkeadilan secara geografis maupun sosial.
Copyrights © 2025