Latar belakang penelitian ini adalah fakta bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di MTs masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa MTs melalui model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment, dengan desain penelitian yaitu the nonequivalent control group design. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII di MTs Alfaridiyah Cibuaya, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas VII B menggunakan model pembelajaran langsung sebagai kelas kontrol dan kelas VII E menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) sebagai kelas eksperimen. Intrumen penelitian ini berupa soal uraian sebanyak 4 soal. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai signifikansi postes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah 0,0025 kurang dari 0,05, artinya rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Karena pada model pembelajaran contextual teaching and learning siswa berperan aktif. Selain itu, nilai signifikansi N-gain adalah 0,001 kurang dari 0,05 artinya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung.
Copyrights © 2025