Keamanan jaringan menjadi prioritas utama di instansi pemerintahan yang mengelola data sensitif, seperti data sensitif di Kantor Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan sistem Intrusion Detection System (IDS) berbasis Snort dalam mendeteksi dan mencegah ancaman siber, serta evaluasi ini bertujuan untuk menilai apakah pengelolaan keamanan jaringan di suatu instansi pemerintahan sudah sesuai dengan standar ISO27001. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, serta simulasi serangan seperti DDoS dan pemindaian port. Pengujian dilakukan dengan menkonfigurasi IDS untuk mengenali aktivitas mencurigakan dan secara otomatis memblokir alamat IP penyerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IDS/IPS mampu mendeteksi serangan secara real-time dan memberikan peringatan (alert) serta tindakan pemblokiran yang efektif. Selain meningkatkan respons terhadap ancaman, sistem ini juga mencatat aktivitas berbahaya sebagai bahan analisis lebih lanjut. Meskipun ISO 27001 belum diterapkan secara penuh, IDS terbukti menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan keamanan jaringan dan perlindungan data.
Copyrights © 2025