Latar Belakang : Pasangan Usia Subur (PUS) kerap mengalami kesulitan dalam memilih Metode kontrasepsi karena banyaknya pilihan yang tersedia. Banyaknya Metode kontrasepsi yang tersedia saat ini menyebabkan PUS kesulitan menentukan pilihan. Pemilihan (PUS) cenderung lebih banyak ke arah metode Non MKJP seperti pil dan suntik, dibandingkan metode MKJP, seperti IUD/AKDR, Implan, MOP, dan MOW. Padahal MKJP memiliki tingkat kegagalan yang lebih rendah dibandingkan Non-MKJP, sehingga lebih efektif dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan .Kebingungan ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang metode kontrasepsi.Konseling dengan ABPK dapat membantu PUS memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing Metode Kontrasepsi.Metode : Studi ini bertujuan mengetahui Pengaruh Konseling Dengan ABPK Terhadap Keputusan Pemilihan Metode Kontrasepsi .Dilakukan konseling kepada 99 responden,yang sebelumnya diberikan ceklis awal dan dilanjutkan dengan ceklis akhir setelah selesai dikonseling.Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test di wilayah kerja Pustu Lubawang. Instrumen berupa ceklis pilihan kontrasepsi sebelum dan sesudah konseling. Hasil : Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat perngaruh signifikan konseling dengan ABPK terhadap keputusan pemilihan metode Kontrasepsi. Kesimpulan : Konseling dengan ABPK terbukti efektif membantu PUS memilih Metode kontrasepsi yang lebih tepat, terutama MKJP,sehingga disarankan agar media ABPK digunakan secara luas dalam pelayanan KB.
Copyrights © 2025