Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kualitas pelayanan publik dalam pelaksanaan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Deli Serdang. Meskipun daerah ini merupakan salah satu sentra surplus beras di Sumatera Utara, program GPM tetap dilaksanakan guna menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik oleh Dinas Ketahanan Pangan menggunakan lima indikator kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator keandalan, daya tanggap, dan sarana informasi masih belum optimal, sedangkan indikator jaminan dan empati dinilai baik. Kesimpulannya, perlu adanya peningkatan pada aspek distribusi, kecepatan pelayanan, dan komunikasi publik agar pelaksanaan GPM lebih efektif dan merata.
Copyrights © 2025