Penelitian bertujuan untuk menganalisis supervisor humilitydan abusive supervision terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan Gen Z di sektor manufaktur Tangerang, Indonesia, dan megeksplorasi peran mediasi kepuasan kerja. Penelitian ini menjawab kesenjangan literatur dengan mengintegrasikan keempat variabel dalam satu penelitian yang masih jarang dilakukan, khususnya di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan melalui survei online dengan 150 responden karyawan Gen Z, diukur menggunakan skala Likert 1-4 dan instrumen teradaptasi sejumlah 30 pertanyaan. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa faktor struktural insentif finansial di Tangerang memengaruhi respons kryawan terhadap gaya kepemimpinan. Kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara supervisor humilitydan kinerja, serta abusive supervision dan kinerja. Implikasi manajerial menekankan perlunya model kepemimpinan hibrid yang menggabungkan kejelasan operasional dengan perhatian pada kesejahteraan psikologis, didukung pelatihan teknis, sistem reward transparan, dan program kesejahteraan. Penelitian menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi perusahaan manufaktur untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan kinerja karayawan
Copyrights © 2025