Tempat kerja yang fleksibel dan berorientasi pada tujuan adalah hal yang diharapkan oleh karyawan, terutama anggota Generasi Z. Namun, work procrastination semakin meningkat dan merugikan produktivitas di tempat kerja. Penurunan kualitas kerja, peningkatan tingkat stres, dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan adalah akibat dari menunda pekerjaan hingga nanti. Illegitimate Task yang memicu Negative Emotion merupakan faktor yang dapat memicu perilaku ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, di kalangan pekerja Generasi Z di Tangerang, bagaimana Illegitimate Task mempengaruhi work procrastination melalui peran mediasi Negative Emotion. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner online. Populasi penelitian terdiri dari lebih dari 170 pekerja Generasi Z di Tangerang. Metode SEM-PLS digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Negative Emotion mengatur hubungan antara Illegitimate Task dan work procrastination. Akibatnya, pekerja akan merasakan Negative Emotion dan menunda pekerjaan lebih banyak ketika diberikan aktivitas yang tidak terkait dengan pekerjaan mereka. Implikasi manajerial dari penelitian ini mencakup kebutuhan bagi perusahaan untuk memastikan bahwa tanggung jawab karyawan sesuai dengan pekerjaan mereka, memberikan dukungan psikologis, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung guna mengurangi Negative Emotion dan work procrastination
Copyrights © 2025