Kesehatan reproduksi remaja putri sangat rentan mengalami gangguan seperti keputihan patologis, yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada remaja putri di SMK Negeri Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan total sampling sebanyak 45 responden. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi langsung, kemudian data dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau-b. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene kategori cukup (51,1%), baik (33,3%), dan kurang (15,6%). Keputihan patologis ditemukan pada 15,6% responden, sedangkan sisanya mengalami keputihan fisiologis. Terdapat korelasi positif kuat antara tingkat pengetahuan personal hygiene dan kejadian keputihan patologis (?=0,660; p=0,000). Remaja dengan tingkat pengetahuan personal hygiene yang rendah lebih rentan mengalami keputihan patologis. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang personal hygiene. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan mampu mencegah kejadian keputihan patologis serta dampak negatifnya secara klinis maupun psikososial, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja putri secara optimal.
Copyrights © 2025