Pengelolaan obat yang tidak efisien dapat menimbulkan masalah tumpang tindih anggaran serta pemakaian obat yang tidak tepat. Masalah pengolahan obat di rumah sakit masih sering terjadi di jaman sekarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk menciptakan pelayanan yang optimal agar tercipta mutu kesehatan pasien yang baik. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengelolaan obat Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif dengan mengambil data pada periode Juli-Desember 2023. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa di Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani terdapat 2.557 obat yang kadaluwarsa dan terdapat 1 botol obat rusak. Jenis obat yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah obat Suplemen/Vitamin sebanyak 15.769 dan bentuk sediaan yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah sediaan tablet yaitu sebanyak 26.821. Berdasarkan hasil perhitungan maka persentase obat kadaluwarsa adalah sebesar 0,54631% dan obat rusak sebesar 0,0001%.
Copyrights © 2025