Pempek merupakan makanan traditional khas kota Palembang yang terbuat dari adonan tepung tapioka serta ikan tenggiri dan digoreng lalu disajikan dengan kuah cuko. Penulis tertarik untuk mencoba dan mengetahui kualitas pempek dengan bahan dasar kacang kedelai sebagai bahan ganti ikan tenggiri. Kacang kedelai sendiri memiliki kandungan nutrisi baik bagi tubuh. Di Indonesia sendiri sudah banyak olahan kacang kedelai seperti tempe, tahu dan susu kedelai tetapi tidak ada yang menggunakan kacang kedelai sebagai bahan dasar pembuatan pempek. Pembuatan pempek berbahan dasar kacang kedelai ini diharapkan dapat menjadikan kacang kedelai yang memiliki harga ekonomis ini lebih berguna dan diharapkan pempek kacang kedelai ini menjadi alternatif makanan untuk orang vegetarian dan yang memiliki alergi ikan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pempek dengan bahan dasar kacang kedelai dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur, serta untuk mengetahui daya tahan dan uji minat konsumen. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik deskriptif kuantitatif untuk uji organoleptik dan uji minat konsumen, sedangkan uji daya tahan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari uji organoleptik sangat baik, sedangkan hasil daya tahan pempek kacang kedelai yang dibandingkan dengan pempek ikan tenggiri yang disimpan disuhu ruang hanya bertahan sampai hari ke-1. Hasil uji minat konsumen diketahui bahwa pempek dengan bahan dasar kacang kedelai memiliki respon minat beli yang bagus dari semua aspek. Berdasarkan penghitungan biaya produksi per unit didapatkan bahwa biaya untuk memproduksi produk adalah Rp. 2.000/pcs Pempek is a traditional food typical of the city of Palembang made from a dough of tapioca flour and mackerel fish and fried and then served with cuko sauce. The author is interested in trying and knowing the quality of pempek with soybeans as a substitute for mackerel. Soybeans themselves have good nutritional content for the body. In Indonesia itself, there are many processed soybeans such as tempeh, tofu and soy milk, but no one uses soybeans as the basic ingredient for making pempek. Making soy bean-based pempek is expected to make soybeans that have an economical price more useful and it is hoped that this soybean pempek can be an alternative food for vegetarians and those who have fish allergies. This study was to determine the quality of pempek with soy bean based ingredients in terms of taste, color, aroma, and texture, as well as to determine the durability and consumer interest test. The analytical technique used is descriptive quantitative technique for organoleptic test and consumer interest test, while the endurance test uses descriptive qualitative analysis. The results of the organoleptic test were very good, while the durability results of soybean pempek compared to mackerel fish pempek which were stored at room temperature only lasted until the 1st day. The results of the consumer interest test showed that pempek made from soybeans had a good response to buying interest from all aspects. Based on the calculation of the production cost per unit, it is found that the cost to produce the product is Rp. 2,000/pcs.
Copyrights © 2023