Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala operasional yang dihadapi oleh biro perjalanan umrah, khususnya PT. Arasy Bungo Mandiri, dalam mengelola tiga aspek penting yaitu pengurusan visa, penyediaan transportasi, dan akomodasi jamaah, di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga hotel di Arab Saudi. Perubahan sistem digitalisasi visa melalui platform Nusuk, ketergantungan terhadap mata uang asing dalam pembiayaan operasional, serta dinamika pasar akomodasi di kota suci menjadi tantangan besar bagi PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) skala menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan visa mencakup kendala teknis sistem digital, keterbatasan SDM IT, serta ketergantungan pada pihak ketiga dalam pengajuan visa. Sementara itu, fluktuasi kurs menyebabkan ketidakseimbangan antara biaya dan harga paket, yang berdampak pada margin keuntungan dan keberlanjutan usaha. Kenaikan harga hotel turut memaksa biro untuk menyesuaikan layanan akomodasi, yang terkadang berdampak pada kenyamanan dan kepuasan jamaah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi adaptif seperti penguatan SDM digital, diversifikasi paket umrah, manajemen risiko keuangan, serta komunikasi yang transparan kepada jamaah menjadi solusi penting dalam menghadapi tekanan eksternal tersebut. Implikasi dari temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian manajemen operasional berbasis syariah serta implikasi praktis bagi peningkatan kualitas layanan PPIU di Indonesia.
Copyrights © 2025