Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai dampak variabel biaya operasional dan penjualan secara terpisah maupun bersama-sama terhadap laba bersih. Tantangan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah fluktuasi laba bersih, dengan fokus pada perusahaan manufaktur subsektor logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2022. Dalam penelitian ini, digunakan metode analisis regresi data panel dengan menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Analisis regresi menunjukkan bahwa biaya operasional memiliki dampak positif dan signifikan terhadap laba bersih secara individu. Di sisi lain, penjualan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap laba bersih secara parsial. Beban operasional dan penjualan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih. Koefisien determinasi (R2) mencapai 0,5710 yang berarti 57,10% variabel laba bersih dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diperhatikan dalam penelitian ini.
Copyrights © 2024