High Speed Diesel (HSD) atau solar merupakan bahan bakar utama di PT.PLN UP3 DUMAI PLTD Bengkalis. Permasalahan yang terjadi di PLTD Bengkalis yaitu pada jumlah pemakaian bahan bakar yang tidak menentu sehingga dapat menyebabkan kelebihan dan kekurangan pada jumlah persediaan solar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode peramalan (forecasting) terpilih dan estimasi jumlah pemakaian bahan bakar solar agar tidak terjadi lagi kelebihan dan kekurangan. Empat metode peramalan yang digunakan yaitu Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing Dan Linier Regression. Perhitungan kesalahan peramalan menggunakan kriteria error terkecil MFE, MSE, MAD dan MAPE dengan pengendalian hasil peramalan menggunakan tracking signal. Data yang digunakan yaitu data pemakaian BBM solar. Hasil penelitian berdasarkan pengolahan data didapatkan metode Moving Average mendapatkan hasil forecast untuk periode berikutnya sebesar 3.107.956 dan perhitungan nilai-nilai akurasi forecasting memiliki nilai MFE sebesar -48.485, nilai MAD sebesar 94.412, nilai MSE sebesar 37.962.088.919 dan nilai MAPE sebesar 3,413% dan hasil peramalan menggunakan Metode Moving Average dapat dikategorikan sangat baik karena nilai MAPE <10%.
Copyrights © 2023