ABSTRACTFood safety socialization has been done by BPOM-RI during 2011-2015. This activity was held by Directorate General of Surveilance and food safety. This activity were includes in both presentation (interpersonnal comunication) and mass comic distributions of food safety to public school at Johar Baru District. The aims of this research are: (1) to analyzue the adoption and innovation stage of this socialization program; (2) to idenify the behavioral imoact of communicant after the socialization program. This research is using a descriptive qualitative method, with interactive data anaysis by having soome deep interviews with some institutions such as teachers, students, and afetaria vendors in both SDN Johar Baru 29 Pagi, Jakarta and SDN Johar Baru 09 Pagi Jakarta during January-Macrch 2018. Based on this reserach regarding to adoption and innovation process of food safety socialization by BPOM-RI, we can conclude that interpersonal communication is more affectve than using mass comic production. The indicators are includes kognitive, affective or bahavioral (conative) to teachers, students and caferia vendors in some public schools in both SDN Johar Baru 29 pagi Jakarta and SDN Johar Baru 09 Pagi Jakarta. ABSTRAKKegiatan penyuluhan keamanan pangan telah dilakukan oleh BPOM-RI pada tahun 2011-2015. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ssurveilan dan Keamanan Pangan. Kegiatan penyuluhan ini terdiri dari presentasi (komunikasi interpersonal) dan pendistribusian komik keamanan pangan ke sekolah-sekolah yaitu SDN Johar Baru 29 pagi Jakarta dan SDN Johar Baru 09 Pagi Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah utnuk melakukan identifikasi tentang proses adopsi inovasi dari kegiatan penyuluhan keamanan pangan yang telah dilakukan; (2) dampak perubahan sikap komunikan dari kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan melalui wawancara mendalam kepada beberapa pihak terkait yaitu guru-guru, siswa, dan penajaja kantin di SDN Johar Baru 29 Pagi Jakarta dan SDN Johar Baru 09 Pagi Jakarta selama bulan Januari-Maret 2018. Berdasarkan hasil penelitian, terkait dengan proses adopsi dan inovasi penyuluhan keamanan pangan yang telah dilakukan oleh BPOM-RI dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan melalui komunikasi interpersonal lebih efektif dibandingkan dengan pendistribusian komik. Beberapa indikator tersebut diantaranya adalah dilihat dari perubahan sikap yang ditunjukkan guru-guru, siswa dan penjaja kantin di SDN Johar Baru 29 pagi dan SDN 09 Pagi Jakarta.
Copyrights © 2018