Rumah dengan konsep vernakular menjadi pilihan yang umum digunakan di pedesaan Indonesia. Konsep ini dinilai paling cocok karena tidak membutuhkan orang dengan keahlian arsitektur dan menggunakan material tradisional yang sudah ada. Selain itu, rumah vernakular juga menyesuaikan dengan iklim setempat sehingga dirasa dapat memberikan kenyamanan. Hal ini juga berlaku di Desa Slagi, Kota Jepara yang sebagian besar rumahnya menggunakan kayu karena merupakan bahan tradisional. Namun, pada kenyataannya rumah vernakular di Desa Slagi justru terasa lebih panas dari suhu di luar dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap fasad dinding kayu rumah vernakular apakah memiliki kinerja termal yang baik agar memberi kenyamanan pada penghuni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja termal fasad dinding kayu rumah vernakular. Menggunakan metode penelitian in-situ dengan mengumpulkan data kuantitatif menggunakan alat ukur data logger untuk mengetahui variabel suhu dan kelembaban udara di dalam rumah. Akibatnya, fasad dinding kayu rumah vernakular tidak memiliki kinerja termal suhu yang baik dengan nilai -1,33°C tetapi memiliki kinerja termal kelembaban yang baik sebesar 3,4%. Hal ini sejalan dengan salah satu penelitian yang menyebutkan bahwa material kayu menyerap dan menyimpan panas sehingga suhu di dalam ruangan menjadi lebih panas.
Copyrights © 2024