Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Vol. 4 No. 2 (2016)

PERGESERAN ORIENTASI KELEMBAGAAN PESANTREN DI MADURA DALAM PERSPEKTIF KIAI BANGKALAN

Zainal Alim (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS))



Article Info

Publish Date
02 Nov 2016

Abstract

Bahasa Indonesia:Pada mulanya Kiai di Bangkalan Madura tidak terlalu menerima pendidikan formal. Namun kini realitas itu mengalami pergeseran pemikiran dan prilaku yang sangat berefek pada pembaruan pendidikan Islam di Bangkalan Madura. Tulisan ini memuat tentang keterbukaan para Kiai di Bangkalan pada pendidikan umum dengan semakin banyaknya pesantren yang mempunyai kategori salafiyah mempunyai pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendekripsikan pergeseran orientasi kelembagaan dalam perspektif Kiai di pesantren Syaichona Kholil dan pesantren Al-Hidayah Bangkalan Madura. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara, sumber data primer diperoleh dari Kiai Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan, pengasuh pesantren Al-Hidayah, Ketua Pondok dan sumber sekunder yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terjadi pergeseran orientasi kelembagaan di pesantren dengan banyaknya lembaga pendidikan formal seperti MTs, MA, bahkan Perguruan Tinggi di beberapa pesantren yang ada di Bangkalan. Pergeseran ini tidak lepas dari berubahnya pola pikir Kiai yang disebabkan oleh globalisasi, teknologi yang semakin canggih, dan sulitnya para alumni santri mendapatkan peluang pekerjaan di instansi-instansi umum. English:In the beginning, Kiai in Madura didn’t accept formal schooling. However, the reality today shows thought and attitude shifts which takes effect on the renewal of Islamic Education in Bangkalan, Madura. This paper examines the openness of Kiai in Bangkalan towards formal education as it is indicated by the emerging more Salafi Pesantren with formal education ranging from elementary schooling up to higher education. This research is aimed to describe institutional orientation in Syaichona Kholil Pesantren and Al-Hidayah Pesantren in Bangkalan, Madura. Within the framework of descriptive and qualitative research, the field work involves primary data from Kiais in the two institutions as well as secondary data from relevan resources. The finding shows that there are more and more Pesantren to adopt formal shooling in the Madrasah format and Islamic higher education due to the shift of thought in the Kiai leadership as a negotiation results of globalization, technological advancement, and the high competition for Pesantren alumni in workforce within non-religious institutions.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jurnalpai

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) (print-ISSN: 2089-1946 & Electronic-ISSN: 2527-4511) is a peer-reviewed journal published by Islamic Education Teacher Training Program of UIN Sunan Ampel Surabaya. The journal issues academic manuscripts on Islamic Education ...