Pekerja sosial sebagai salah satu profesi yang berhubungan erat dengan program pemberdayaan melakukan kegiatan evaluasi sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas serta memastikan program tersebut berjalan mandiri dan berkelanjutan. Namun, pelaksanaan proses evaluasi bukan suatu hal yang mudah dilakukan sebab memiliki berbagai tantangan yang dapat menyebabkan evaluasi tidak berjalan secara maksimal. Untuk dapat memastikan evaluasi program berjalan maksimal, pekerja sosial perlu memperhatikan tahapan proses evaluasi yang saling berkesinambungan, sehingga artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menggambarkan tahapan proses yang dilakukan pekerja sosial dalam mengevaluasi suatu program. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi kepustakaan (Library Research) dengan mengkaji berbagai sumber referensi pendukung untuk menguatkan analisis dan memperdalam pemahaman mengenai teori yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan proses evaluasi program perlu dilakukan secara simultan dan berkesinambungan mulai dari pelibatan pemangku kepentingan, pendeskripsian program, penentuan fokus evaluasi, pengumpulan data, pengolahan data, hingga penggunaan hasil evaluasi agar dapat menciptakan dinamika evaluasi yang partisipatif, objektif dan optimal.
Copyrights © 2025