Program Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU) merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis pemberdayaan yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap. Program MAMAKU mengacu pada pengoptimalan potensi sosial, ekonomi dan lingkungan yang saling terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dampak program dan yang berkelanjutan terhadap masyarakat. Metode penelitian dalam pengukuran dan pemetaan keberhasilan program menggunakan konsep sustainability compass dari Atkisson (2002). Pengukuran Atkisson mengacu pada dampak nature, economy, society dan wellbeing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, partisipatif aktif dan dokumentasi sedangkan jenis data yang disajikan merupakan data kualitatif dengan analisa deskriptif. Hasil dalam penelitian ini adalah pada aspek nature memberikan dampak antara lain : mengurangi pencemaran lingkungan sebesar 195 ton/tahun atau sebesar 80,93%, mengurangi emisi pemanasan pengelolaan sampah anorganik sebesar 161,8526 ton/CO2/tahun dan mereduksi emisi karbon sebesar 8.580 kg CO2 equivalent / tahun, pada aspek ekonomi memberikan dampak antara lain : Omset kegiatan pengembangan wisata Kampung Kepiting sebesar Rp 60.000.000/bulan, peningkatan pendapatan kelompok sebesar Rp 4.350.000/bulan pada kegiatan UMKM, peningkatan pendapatan kegiatan pengelolaan sampah plastik sebesar Rp 3.800.000/bulan, peningkatan pendapatan pengelolaan sampah organik sebesar Rp 2.000.000/bulan dan penghematan penggunaan listrik Rp 13.000.000 / tahun dari penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pada aspek sosial memberikan dampak antara lain : peningkatan kapasitas Kelompok melalui capacity building meliputi pelatihan manajemen tambak, pengelolaan hasil tambak, pengelolaan sampah dan maintenance PLTS, pada aspek well – being memberikan dampak antara lain diperolehnya penghargaan antara di tingkat provinsi hingga nasional.
Copyrights © 2024