Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual merupakan fondasi penting dalam reformasi pengelolaan keuangan sektor publik di Indonesia. Meskipun implementasinya telah diwajibkan secara nasional, keberhasilannya di tingkat pemerintah kabupaten menunjukkan hasil yang bervariasi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan implementasi SAP akrual, menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan akuntansi aparatur terhadap efektivitas implementasi, serta mengevaluasi kontribusi dukungan teknologi, organisasi, dan regulasi dalam menjaga keberlanjutan sistem akuntansi berbasis akrual, khususnya pada pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan kompetensi teknis. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis pendekatan PRISMA. Dari 1.000 artikel yang teridentifikasi dengan kata kunci “SAP Berbasis Akrual”, proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 19 artikel terpublikasi yang relevan dan memenuhi syarat analisis. Kajian menunjukkan bahwa faktor internal seperti kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, dan budaya organisasi, serta faktor eksternal seperti regulasi pemerintah dan supervisi auditor eksternal, menjadi penentu utama implementasi SAP. Selain itu, meskipun latar belakang pendidikan akuntansi menjadi nilai tambah, efektivitas implementasi tetap dapat tercapai melalui pelatihan, sistem informasi yang terintegrasi, dan dukungan manajerial. Dukungan teknologi, komitmen organisasi, dan regulasi yang jelas terbukti krusial dalam mempertahankan praktik akuntansi akrual, bahkan dalam kondisi keterbatasan kompetensi teknis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis untuk perumusan strategi penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM dalam mendukung implementasi SAP akrual yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025