Industri pertambangan merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Health, Safety, and Environment (HSE) menjadi faktor kunci untuk mewujudkan kondisi kerja yang terlindungi dan optimal dalam kinerja. PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menghadapi tantangan serius dalam aspek keselamatan kerja, dengan sejumlah insiden kecelakaan yang masih tercatat meskipun telah mengimplementasikan sistem manajemen HSE secara komprehensif. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program HSE tidak hanya bergantung pada sistem formal, tetapi juga pada inovasi yang mampu membentuk perilaku keselamatan pekerja secara lebih adaptif terhadap kondisi kerja berisiko tinggi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk inovasi dalam program HSE, khususnya melalui pemanfaatan teknologi seperti wearable device dan sistem pelaporan digital, dapat mendukung peningkatan kesadaran dan perilaku keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur deskriptif-kualitatif dengan menganalisis referensi dari jurnal ilmiah, laporan keberlanjutan, dan dokumentasi insiden keselamatan kerja pada PT Freeport Indonesia dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan inovasi HSE dapat memperkuat pengawasan dan pemantauan real-time terhadap pekerja, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya, serta mendorong budaya kepatuhan prosedural. Namun demikian, efektivitas implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan budaya organisasi, kualitas pelatihan, dan peran aktif manajemen. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan teknologi harus diintegrasikan secara holistik dengan pendekatan humanistik agar program HSE benar-benar adaptif dan berkelanjutan dalam konteks pertambangan Indonesia.
Copyrights © 2025