Dalam era digital, kelompok radikal di Indonesia semakin memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme persuasi daring yang digunakan kelompok ekstremis dalam menarik simpatisan, mengidentifikasi faktor psikologis yang meningkatkan kerentanan individu terhadap radikalisasi, serta memetakan tahapan kognitif dari paparan awal hingga keterlibatan aktif dalam aksi radikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji berbagai literatur akademik, laporan riset, dan dokumentasi relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa narasi identitas, simbolisme agama, serta eksploitasi bias kognitif menjadi teknik utama dalam proses persuasi. Sementara itu, faktor seperti krisis identitas, isolasi sosial, dan pencarian makna hidup memperbesar peluang individu terpapar dan terdampak ideologi radikal. Proses radikalisasi mengikuti pola bertahap yang melibatkan transformasi nilai, internalisasi ideologi, hingga keterlibatan aktif. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman teoretis serta mendukung strategi kontra-radikalisasi berbasis digital yang lebih efektif. Kata Kunci: radikalisasi online, persuasi digital, faktor psikologis, narasi ekstremis, rekrutmen daring. Dalam era digital, kelompok radikal di Indonesia semakin memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme persuasi daring yang digunakan kelompok ekstremis dalam menarik simpatisan, mengidentifikasi faktor psikologis yang meningkatkan kerentanan individu terhadap radikalisasi, serta memetakan tahapan kognitif dari paparan awal hingga keterlibatan aktif dalam aksi radikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji berbagai literatur akademik, laporan riset, dan dokumentasi relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa narasi identitas, simbolisme agama, serta eksploitasi bias kognitif menjadi teknik utama dalam proses persuasi. Sementara itu, faktor seperti krisis identitas, isolasi sosial, dan pencarian makna hidup memperbesar peluang individu terpapar dan terdampak ideologi radikal. Proses radikalisasi mengikuti pola bertahap yang melibatkan transformasi nilai, internalisasi ideologi, hingga keterlibatan aktif. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman teoretis serta mendukung strategi kontra-radikalisasi berbasis digital yang lebih efektif. Kata Kunci: radikalisasi online, persuasi digital, faktor psikologis, narasi ekstremis, rekrutmen daring.
Copyrights © 2025