Obat saat ini merupakan salah satu kebutuhan pokok di masyarakat. Kekeliruan dalam cara mendapatkan obat, penggunaan obat, dan penyimpanan obat dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Pembuangan obat yang benar dapat meminimalkan resiko pencemaran lingkungan dan ataupun meminimalkan penyalahgunaan obat kadaluarsa oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Edukasi DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini terkait obat. Pelaksanaan edukasi DAGUSIBU dilakukan secara hybrid kepada guru dan murid SMA Citra Kasih Jakarta Barat. Pemaparan materi edukasi DAGUSIBU dilakukan secara presentasi dan pemberian brosur DAGUSIBU, kemudian dilanjutkan praktik penggunaan obat serta pengemasan obat yang tepat. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 165 peserta. Peningkatan pengetahuan peserta dilihat dari nilai Pre-Test dan Post-Test dengan menggunakan instrumen kuis sebanyak 10 pertanyaan. Data kuis dikelompokkan ke dalam kriteria objektif yaitu: >30% (sangat kurang), 30- 49% (kurang), 50-79 (cukup), dan 80-100% (baik). Perbedaan tingkat pengetahuan peserta terhadap kegiatan PkM dianalisis menggunakan uji two sample t test dengan membandingkan nilai pretest dan post test peserta. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sigifikan (sig. two-tailed < 0.05) tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan PkM. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait DAGUSIBU pada guru dan siswa SMA Citra Kasih Jakarta Barat.
Copyrights © 2023