Salah satu polutan udara yang menjadi perhatian utama adalah Particulate Matter 2.5 (PM2.5), yang salah satunya bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).Penelitian ini mengkaji dampak emisi PLTU Suralaya, yang berlokasi di Banten, terhadap konsentrasi PM2.5 di Jakarta Raya. Lokasi PLTU yang relatif dekat dengan Jakarta Raya menjadi dasar pemilihan objek studi ini. Penelitian ini memanfaatkan data citra satelit karena keunggulannya dalam hal cakupan wilayah, frekuensi pengamatan, dan efisiensi biaya operasional. Data satelit yang digunakan adalah Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk menganalisis konsentrasi PM2.5 yang diperoleh dari Aerosol Optical Depth (AOD) melalui konversi menggunakan algoritma R. Li dkk. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara arah angin dengan konsentrasi PM2.5 di Jakarta Raya. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa PLTU Suralaya tidak terbukti secara signifikan mempengaruhi konsentrasi PM2.5 di Jakarta Raya.
Copyrights © 2024