Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa dan produk water treatment, dengan fokus pada permasalahan selisih stok barang antara data sistem dan jumlah aktual di gudang. Pada Desember 2023, ditemukan selisih stok tertinggi, yaitu 60 barang dari total 550 barang dalam sistem, yang menunjukkan tingkat akurasi stok hanya 89%. Masalah ini berdampak signifikan terhadap operasional gudang, termasuk potensi gangguan pada proses pengiriman akibat kekurangan barang atau terjadinya stock out, yang berakibat pada ketidakmampuan memenuhi permintaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya selisih stok di gudang dengan menggunakan metode Root Cause Analysis yang didukung oleh alat bantu fishbone diagram dan analisis 5W+1H. Beberapa upaya perbaikan yang diusulkan untuk meminimalkan selisih stok di antaranya adalah: penerapan program briefing kedisiplinan dan tanggung jawab, pembuatan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk cycle counting, penerapan teknologi barcode scanner untuk penghitungan barang, serta penjadwalan rutin pembersihan area penyimpanan gudang. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi stok dan efisiensi operasional gudang.
Copyrights © 2024