Perkembangan konsep smart city menuntut pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang tidak hanya efisien dan terintegrasi, tetapi juga inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi desain user experience (UX) pada website smart city guna meningkatkan aksesibilitas digital, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia. Pendekatan Human-Centered Design (HCD) dan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG 2.1) diintegrasikan dalam proses perancangan. Metode penelitian meliputi observasi, studi literatur, wawancara, penyebaran kuesioner, serta evaluasi heuristik dan usability testing terhadap prototipe website. Hasil pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata 86,4 (kategori “Excellent”), dengan mayoritas pengguna dapat mengakses fitur utama dalam waktu kurang dari dua menit. Elemen UX seperti navigasi intuitif, kontras warna tinggi, kompatibilitas screen reader, dan desain responsif terbukti meningkatkan kenyamanan dan efektivitas interaksi pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan website smart city yang inklusif dan berorientasi pada pengguna, serta mendorong transformasi digital layanan publik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025