Praktik pertanian di kawasan perkotaan memerlukan penerapan prinsip-prinsip Budidaya Pertanian yang Baik untuk menghasilkan produk pertanian yang bermutu dan aman dikonsumsi. Keberhasilan penerapan prinsip budidaya tersebut bergantung pada persepsi dan tingkat adopsi terhadap prinsip-prinsip tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tingkat adopsi budidaya pertanian yang baik dalam budidaya sawi hijau (caisim) di Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei terhadap ibu rumah tangga yang terlibat aktif dalam kegiatan budidaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan pilihan jawaban “ya” atau “tidak”, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif (35–50 tahun) sebesar 54%, memiliki tingkat pendidikan sarjana sebanyak 50%, dan bekerja sebagai wirausaha kuliner sebanyak 43%. Tingkat persepsi terhadap prinsip budidaya pertanian yang baik berada dalam kategori tinggi atau positif dengan skor rata-rata 4,49, yang mencerminkan kesiapan secara kognitif dan afektif dalam menerima prinsip-prinsip pertanian yang baik. Tingkat adopsi prinsip-prinsip pertanian yang baik masih tergolong sedang (80%), yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara pemahaman dan praktik. Kesenjangan ini disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap input produksi dan terbatasnya sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk pelatihan teknis dan fasilitasi sarana pendukung menjadi hal penting untuk meningkatkan adopsi praktik budidaya pertanian yang baik di kawasan pertanian perkotaan.
Copyrights © 2025