Latar Belakang. Stres sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada mahasiswa kedokteran. Stres pada mahasiswa kedokteran dapat mengganggu perkuliahan dan mengganggu kinerja individu, sehingga diperlukan manajemen stres, salah satunya refleksi diri. Tujuan. Mengetahui hubungan kemampuan refleksi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode. Studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel 141 orang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner MAI, kuesioner MSSQ, dan lembar identifikasi stres akut. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Terdapat 107 responden (75,9%) memiliki kemampuan refleksi diri dengan kategori baik, 73 responden (52,1%) memiliki tingkat stres kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefisensi korelasi sebesar -0,282. Simpulan. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kemampuan refleksi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia, bahwa semakin baik kemampuan refleksi diri, semakin rendah tingkat stres individu dan sebaliknya.
Copyrights © 2024