Akuaponik merupakan sistem budidaya terintegrasi yang mengombinasikan teknik hidroponik dengan budidaya ikan dalam ekosistem sirkulasi tertutup, di mana air limbah hasil metabolisme ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman. Berbeda dari hidroponik konvensional yang bergantung pada larutan AB mix, sistem ini menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga desain sistem hidroponik DFT berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.), yang dikenal bernilai ekonomis dan bergizi tinggi. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata antar model, di mana sistem piramida memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,4 cm, jumlah daun 8,6 helai, dan bobot segar 74,8 gram. Temuan ini menunjukkan bahwa desain sistem DFT berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tanaman dalam sistem akuaponik.
Copyrights © 2025