Sistem tebang pilih yang dilanjutkan dengan kegiatan penanaman kembali di indonesia, yang dikenal dengan nama Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), telah digunakan di sebagian besar hutan produksi ala di indonesia, Penyaradan sebagai bagian dari sistem ini, merupakan kegiatan yang berupa penerikan kayu gelondongan di tempat penerbangan ke tempat pengumpulan. Penyaradan dengan menggunakan alat-alat mekanik mekenik seperti traktor, dapat menyebabkan dampak-dampa negetif terhadap sifat-sifat tanah, seperti meningkatnya kerapatan isi tanah, aliran permukaan, dan menurunya infiltrasi tanah. Di areal penebangan pada kenyataannya, traktor tidak hanya digunakan menarik kayu gelandongan saja, tetapi digunakan juga untuk membuat jalan sarad. Penelitian ini menunjukan bahwa akibat penyaradan dengan mengunkan alat-alat mekanik (traktor jenis caterpillar D7G), terjadi perubahan yang relatif kecil pada sifat-sifat tana dijalan sarad dibandingkan dengan sfat-sifat tanah di tanah lantai hutan, pada areal hutan bekas tebang yang berumur 1 (satu), 2 (dua), 3 (tiga), dan 5 (lima) tahu, atau ET+1, ET + 3 ET + 5. Kandungan karbon organik di jalan sarad cenderung menurun. Tetapi jika jalan sarad untuk seterusnya tidak digunakan untuk penyaradan kembali, kondisi sifat-sifat tanah akan berangsur-angsur membaik seiring dengan waktu, seperti yang terjadi pada jalan sarad di ET 5 +. Penanaman kembali dan pengayaan, harus dilakikan di jalan sarad untuk memelihara produksi yang berkelanjutan serta stabilitas ekologi, karena bibit-bibit yang tumbuh secara alami tidak di temukan pada jalan sarad ET+1, ET + 3 ET + 5 (walaupun perubahan sifat-sifat tanah yang terjadi dijalan sarad relatif kecil).
Copyrights © 2004