Preeklamsia merupakan salah satu gangguan kehamilan yang paling serius dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal di seluruh dunia. Preeklamsia jika tidak ditangani segera dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi seperti eklamsia, stroke hemoragik, Hemolysis Elevated Liver enzymes and Low Platelets (HELLP syndrome), gagal ginjal, dan edema paru. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea dengan Preeklamsia Berat (PEB) di ruang Arafah 2 Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut, risiko infeksi, dan menyusui tidak efektif. Intervensi yang diterapkan berdasarkan evidence based practice yaitu pemberian posisi semifowler 30° dan terapi relaksasi benson pada risiko perfusi serebral tidak efektif, pemberian teknik relaksasi napas dalam dan terapi dzikir pada nyeri akut, menganjurkan makan 6 butir putih telur/hari pada risiko infeksi, dan pemberian demonstrasi pijat oksitosin pada menyusui tidak efektif. Hasil evaluasi setelah 3 hari rawatan didapatkan diagnosa risiko perfusi serebral tidak efektif teratasi, diagnosa nyeri akut teratasi, diagnosa risiko infeksi teratasi sebagian, dan diagnosa menyusui tidak efektif teratasi. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan referensi atau rujukan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea dengan PEB berdasarkan evidence based practice, sehingga dapat mengoptimalkan kondisi pasien.
Copyrights © 2025