HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Vol. 4 No. 3 (2025)

HUBUNGAN BUDAYA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-12 BULAN DI DESA NAMOSIMPUR

Telaumbanua, May Kristina Indah K (Unknown)
A, Hanida Aisyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Sep 2025

Abstract

ABSTRACT The high incidence of underage (early-age) marriage in Indonesia is influenced by various factors, including economic conditions, low levels of education, understanding of cultural and certain religious values, out-of-wedlock pregnancy (married by accident), and other factors. This study aims to identify the factors influencing mothers to marry at an early age in Tangkahan Village, Namorambe Subdistrict, Deli Serdang Regency. The study employed an analytical method with a cross-sectional design. It was conducted in Namosimpur Village, Hamlet 1, with a population of 30 people. A total of 30 people were included as the study sample. The findings showed that 19 respondents (63.3%) had negative cultural beliefs, while 11 respondents (36.7%) had positive cultural beliefs. The majority of respondents, namely 22 people (73.3%), held negative cultural beliefs or perceptions regarding breastfeeding, while 8 respondents (26.7%) had positive beliefs related to breastfeeding. Most respondents, or 21 people (70.0%), did not practice exclusive breastfeeding, whereas 9 respondents (30.0%) did. There was a significant relationship between breastfeeding mothers and the provision of exclusive breastfeeding for infants aged 0–12 months, with p-values of 0.004 and 0.032. The conclusion of this study is that there is a relationship between cultural values regarding exclusive breastfeeding and mothers’ beliefs about breastfeeding with the practice of exclusive breastfeeding. It is recommended that healthcare workers promote the importance of exclusive breastfeeding for infants. ABSTRAK Tingginya kasus perkawinan di bawah umur (usia dini) di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, pemahaman terhadap budaya serta nilai-nilai agama tertentu, terjadinya kehamilan di luar nikah (married by accident), dan faktor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ibu melakukan perkawinan usia dini di Desa Tangkahan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Namosimpur Dusun 1 dengan jumlah populasi 30 orang. Sebanyak 30 orang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (63,3%) memiliki budaya negatif, sedangkan 11 responden (36,7%) memiliki budaya positif. Mayoritas responden, yaitu 22 orang (73,3%), memiliki budaya atau keyakinan mengenai ASI yang bersifat negatif, sementara 8 responden (26,7%) memiliki budaya atau keyakinan positif terkait ASI.  Sebagian besar responden, yakni 21 orang (70,0%), tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan 9 responden (30,0%) memberikan ASI eksklusif.   Terdapat   hubungan   ibu menyusui dengan pemberian asi eksklusif pada bayi 0-12 bulan  dengan p value 0.004 dan 0.032. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan budaya nilai kebudayaan tentang ASI eksklusif dan keyakinan atau kepercayaan tentang ASI ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan, supaya petugas kesehatan melakukan promosi kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

healthy

Publisher

Subject

Description

HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu ...