Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

HABITAT DAN POPULASI BURUNG DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN

Reny Sawitri (Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165
Telp. 0251-633234, 7520067
Fax 0251-638111 Bogor)

Abdullah Syarief Mukhtar (Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165
Telp. 0251-633234, 7520067
Fax 0251-638111 Bogor)

Endang Karlina (Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165
Telp. 0251-633234, 7520067
Fax 0251-638111 Bogor)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2016

Abstract

Taman Nasional (TN) Gunung Ciremai sebagai habitat hutan pegunungan di Jawa Barat memiliki keanekaragaman jenis burung yang sesuai dengan relung ekologinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang tipe  habitat, pemanfaatan tumbuhan  oleh burung,  keragaman jenis burung serta pengelolaannya secara insitu. Metode pengamatan dilakukan dengan meletakkan plot secara purposive random sampling pada habitat burung dengan radius + 25 m, pencatatan jenis burung dilakukan  di dalam maupun di luar plot contoh. Habitat burung yang terdapat di kawasan TN Gunung Ciremai ada tiga  tipe,  di mana kawasan yang dikelola dengan sistem Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM), Cibunar mempunyai keragaman jenis dan keseimbangan  paling tinggi (H’ = 2,7440 dan E = 0,7657), keadaan ini didukung oleh tingkat kesukaan burung terhadap jenis tumbuhan dan sebagai dampak daerah ecotone. Kepadatan  jenis  burung  yang  lebih  dari  10  ekor  per  ha  adalah  burung  kacamata  gunung  (Zosterops palpebrosa Nich) dan prenjak (Prinia familiaris Horsfield), hal ini didukung oleh perilaku burung yang suka berkelompok dan pemakan serangga. Tumbuhan yang dimanfaatkan oleh burung untuk mencari pakan, beristirahat, bersarang, dan tidur adalah pohon buah-buahan seperti Durio zibethinus Murr, Artocarpus heterophylla Lamk., Syzigium aromaticum O.Ktze., dan Parkia speciosa Hask. Jenis tumbuhan yang lain sebagai habitat adalah Bambusa vulgaris Schrad, sedangkan marga ficus-ficusan digunakan burung sebagai tempat mencari pakan dan beristirahat. Pengelolaan secara insitu telah dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk penanaman pohon buah-buahan dan tidak menebang  marga ficus-ficusan di kawasan PHBM. Upaya konservasi yang harus dilakukan adalah pengayaan tanaman dan peningkatan kesadaran masyarakat lokal untuk menarik burung dan mencegah perburuan liar, baik terhadap burung yang telah dilindungi maupun yang belum dilindungi.

Copyrights © 2007