Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

REHABILITASI LAHAN KRITIS MELALUI PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT BERBASIS SISTEM KALIWU DI PULAU SUMBA

Gerson ND. Njurumana (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang)
I Wayan Widhana Susila (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang)



Article Info

Publish Date
02 May 2017

Abstract

Pengelolaan   hutan yang menekankan  eksploitasi  menyebabkan    meningkatnya luas  lahan  kritis  dan degradasi ekosistem  hutan  secara  menyeluruh  luas  lahan  kritis  di  Nusa Tenggara  Timur  mencapai  28% dari  total  luas wilayah.  Sedangkan di  Pulau Surnba  jumlah  lahan   kritis  diperkirakan  paling sedikit   32% dari total luas daratan.  Peningkatan  lahan  kritis disebabkan  kebakaran  lahan dan hutan,       fragrnentasi  hutan  akibat penebangan liar dan perladangan serta faktor  alam  yang kurang  rnenunjang  perturnbuhan  tanaman. Hal  ini berdampak  negatif  terhadap daya dukung lingkungan dalam   menunjang  kebutuhan  manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk  memperoleh alternatif  rehabilitasi lahan dan konservasi  melalui   pengembangan  hutan rakyat yang  berbasis  pada sistem social forestry  murni  masyarakat beserta kearifan  lokalnya.  Metode  pendekatan yang  digunakan adalah  observasi  langsung  terhadap karakteristik sistem     kaliwu, wawancara dan pengumpulan data  sekunder. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sistern kaliwu berpeluang  dikembangkan untuk   rehabilitasi lahan dan konservasi tanah dan air  di  Sumba. Keberadaan    sistem  kaliwu mampu menunjang  tata air, mendukung pendapatan    masyarakat  dengan nilsi  NPV positif  pada tingkat  pengembalian modal lebih dari  I 2%  per  tahun, keragaman jenis  tanaman  yang tinggi  serta dukungan  masyarakat. Keuntungan  pengembangan  sistem  kaliwu adalah  diperolehnya landasan pengelolaan lahan kritis dan konservasi yang berbasis lokal (mengakomodir karakteristik wilayah, sosial budaya, dan kearifan lokal) untuk menggugah peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan pengelolaan lahan.

Copyrights © 2006